Data yang belum ditemukan dan tidak dikelola, sering disebut sebagai data bayangan, menimbulkan risiko keamanan yang signifikan, terutama ketika berisi informasi sensitif. Menurut Laporan Biaya Pelanggaran Data IBM 2024, pelanggaran data yang melibatkan data bayangan menyumbang sepertiga dari semua insiden, dan menelan biaya rata-rata 5,27 juta USD, 16% lebih tinggi dari biaya pelanggaran rata-rata yang dihitung dalam laporan.
Inti dalam mengamankan semua data organisasi adalah memahami bagaimana dan di mana data memasuki jaringan, dan bagaimana dan di mana data itu dibagikan dan disimpan. Oleh karena itu, proses penemuan data yang kuat merupakan elemen penting dari keamanan data dan perlindungan data. Penggunaan AI dan ML untuk melatih sistem untuk secara otomatis mengidentifikasi file yang berisi data sensitif dapat lebih meningkatkan upaya ini.
Praktik penemuan data juga dapat membantu mengurangi permukaan serangan organisasi secara keseluruhan. Permukaan serangan adalah semua kerentanan, jalur, atau metode organisasi yang dapat digunakan peretas untuk mendapatkan akses tidak sah ke data sensitif atau meluncurkan serangan siber. Melalui penemuan data, data yang tidak digunakan atau duplikat dihilangkan, hanya menyisakan data sensitif yang paling diperlukan. Organisasi kemudian dapat memprioritaskan dan menyesuaikan langkah-langkah keamanan data untuk aset penting ini.