Menavigasi lanskap keamanan siber dan ancaman dapat menjadi tantangan, terutama saat membedakan antara berbagai solusi. Berikut rincian perbandingan deteksi dan respons terkelola (MDR) dengan penawaran keamanan siber utama lainnya:
MDR versus EDR (deteksi dan respons titik akhir): MDR dan EDR sama-sama berfokus pada deteksi dan respons ancaman, tetapi berbeda dalam hal cakupan dan pendekatan. EDR adalah alat perangkat lunak yang berpusat pada perlindungan titik akhir, pemantauan, dan menanggapi ancaman pada tiap perangkat.
MDR adalah layanan pengalihdayaan yang menawarkan cakupan 24x7 yang lebih luas, mencakup titik akhir, jaringan, dan lingkungan cloud. MDR mengintegrasikan keahlian manusia untuk analisis dan respons, sementara EDR lebih bergantung pada mekanisme otomatis. Layanan MDR dapat menggunakan teknologi EDR untuk meningkatkan keamanan titik akhir dan kemampuan deteksi ancaman.
MDR versus XDR (deteksi dan respons yang diperluas): Seperti EDR, XDR adalah alat keamanan siber, bukan layanan. XDR mengintegrasikan telemetri keamanan dari berbagai sumber, seperti titik akhir, jaringan, dan lingkungan cloud, untuk memberikan pendekatan terpadu dan efisien terhadap deteksi dan respons ancaman. Sebaliknya, MDR adalah layanan yang menawarkan pemantauan, deteksi, dan respons 24x7 yang komprehensif di berbagai domain. MDR sering menggabungkan teknologi XDR (dan EDR) untuk meningkatkan kemampuannya.
MDR versus MXDR (deteksi dan respons yang diperluas dan terkelola): MDR dan MXDR sama-sama menawarkan kemampuan deteksi dan respons yang diperluas, tetapi berbeda dalam hal penyediaan layanan. MXDR adalah solusi yang dikelola sepenuhnya, menyediakan pemantauan dan dukungan berkelanjutan selain tumpukan teknologi. MDR biasanya berfokus pada teknologi dan keahlian tanpa manajemen penuh.
MDR versus MSSP (penyedia layanan keamanan terkelola): MDR dan MSSP adalah layanan keamanan terkelola, dengan MDR yang secara khusus berfokus pada deteksi dan respons terhadap ancaman. MSSP terutama menawarkan peringatan, manajemen keamanan, dan pemantauan, sementara tindakan respons diserahkan kepada pelanggan. MDR menggabungkan aktivitas reaktif (pemantauan terus-menerus) dan proaktif, termasuk perburuan ancaman secara real-time oleh para pakar manusia.
Sementara MSSP sangat otomatis, MDR menyediakan layanan triase peringatan, investigasi, dan remediasi yang komprehensif. Organisasi sering kali mengandalkan MSSP untuk mengelola langkah-langkah keamanan perimeter seperti firewall dan kontrol akses jaringan. MDR memperluas kemampuannya ke perlindungan titik akhir dan respons insiden di semua lapisan infrastruktur TI.
MDR versus SIEM terkelola (informasi keamanan dan manajemen peristiwa): MDR dan SIEM terkelola sama-sama bertujuan untuk meningkatkan keamanan, namun pendekatannya berbeda. MDR menggabungkan deteksi ancaman tingkat lanjut dengan keahlian manusia untuk respons real-time. SIEM yang dikelola sangat bergantung pada log dan analisis peristiwa untuk mengidentifikasi insiden keamanan. MDR menawarkan perburuan ancaman proaktif, sementara SIEM yang dikelola berfokus pada analisis data peristiwa.
Vendor MDR versus MSSP MDR: Layanan Vendor MDR dibangun di atas teknologi eksklusif, menawarkan solusi lengkap untuk produk dan layanan dari satu vendor. Sebaliknya, layanan MSSP MDR mencakup layanan terkelola yang lebih luas, termasuk teknologi multivendor dan layanan khusus. Sementara MDR vendor menawarkan pemahaman mendalam tentang teknologi mereka, MDR MSSP memberikan penawaran yang lebih luas dan keahlian khusus industri