Ketika kontrol keamanan siber tumbuh lebih efektif, pelaku ancaman belajar untuk menyiasatinya alih-alih menanganinya secara langsung. Proses autentikasi yang kuat dapat membantu menghentikan serangan siber berbasis identitas di mana peretas mencuri akun pengguna dan menyalahgunakan hak istimewa mereka yang sah untuk menyelinap melewati pertahanan jaringan dan menimbulkan bencana.
Serangan berbasis identitas adalah vektor serangan awal yang paling umum menurut X-Force Threat Intelligence Index, dan para aktor ancaman memiliki banyak taktik untuk mencuri kredensial. Kata sandi pengguna, bahkan kata sandi yang kuat sekalipun, mudah dibobol melalui serangan brute-force di mana para peretas menggunakan bot dan skrip untuk menguji kemungkinan kata sandi secara sistematis hingga berhasil.
Pelaku ancaman dapat menggunakan taktik rekayasa sosial untuk mengelabui target agar memberikan kata sandinya. Mereka dapat mencoba metode yang lebih langsung, seperti serangan man-in-the-middle atau menanam spyware pada perangkat korban. Penyerang bahkan dapat membeli kredensial di web gelap, tempat peretas lain menjual data akun yang mereka curi selama pelanggaran sebelumnya.
Namun banyak organisasi masih menggunakan sistem otentikasi yang tidak efektif. Menurut X-Force Threat Intelligence Index, kegagalan identifikasi dan otentikasi adalah risiko keamanan aplikasi web kedua yang paling sering diamati.
Proses autentikasi yang kuat dapat membantu melindungi akun pengguna, dan sistem yang dapat mereka akses, dengan mempersulit peretas untuk mencuri kredensial dan menyamar sebagai pengguna yang sah.
Sebagai contoh, autentikasi multifaktor (MFA) membuat peretas harus mencuri beberapa faktor autentikasi, termasuk perangkat fisik atau bahkan data biometrik, untuk meniru pengguna. Demikian pula, skema autentikasi adaptif dapat mendeteksi ketika pengguna terlibat dalam perilaku berisiko dan memberikan tantangan autentikasi tambahan sebelum mengizinkan mereka untuk melanjutkan. Ini dapat membantu memblokir upaya penyerang untuk menyalahgunakan akun yang dicuri.
Dengan memperkuat keamanan siber, autentikasi juga dapat membantu mendorong manfaat tambahan. Misalnya, studi IBM Institute for Business Value menemukan bahwa 66% eksekutif operasi melihat keamanan siber sebagai pendorong pendapatan.