Peneliti keamanan di perusahaan teknologi Alibaba menemukan Log4Shell pada 24 November 2021. Kerentanan ini segera menerima skor Common Vulnerability Scoring System (CVSS) tertinggi: 10 dari 10. Beberapa faktor berkontribusi terhadap penilaian tersebut.
Log4Shell adalah kerentanan zero-day, yang berarti belum ada tambalan (patch) yang tersedia saat kerentanan itu ditemukan. Pelaku ancaman diperkirakan telah mengeksploitasi Log4Shell saat Apache masih mengerjakan perbaikan.
Log4j juga merupakan salah satu pustaka pencatatan yang paling banyak digunakan dan tertanam di dalam titik akhir konsumen, aplikasi web, serta layanan cloud perusahaan. Menurut Wiz dan EY, 93% dari semua lingkungan cloud berisiko ketika Log4Shell ditemukan.
Perusahaan pun tidak selalu dapat segera mengetahui apakah sistem mereka rentan. Log4j sering kali hadir di dalam jaringan sebagai dependensi tidak langsung; artinya, aset perusahaan mungkin tidak menggunakan Log4j secara langsung, tetapi aset tersebut bergantung pada aplikasi dan layanan lain yang menggunakannya.
Terakhir, Log4Shell sangat mudah dieksploitasi. Peretas tidak memerlukan izin maupun autentikasi khusus. Mereka dapat menimbulkan kerusakan besar hanya dengan mengetikkan perintah berbahaya ke dalam formulir publik seperti kotak obrolan dan halaman login. Selain itu, karena Log4j dapat berkomunikasi dengan layanan lain di sistem yang sama, peretas dapat memanfaatkan Log4j untuk mengirimkan payload ke bagian lain dalam sistem tersebut.
Pada 9 Desember 2021, kode bukti konsep (proof of concept) tentang cara mengeksploitasi Log4Shell diunggah di GitHub, dan para peretas meningkatkan intensitas serangan. Perusahaan dan layanan besar seperti Minecraft, Twitter, dan Cisco terkena dampaknya. Pada puncak aktivitas Log4Shell, Check Point mengamati lebih dari 100 serangan setiap menit yang memengaruhi lebih dari 40% semua jaringan bisnis secara global.
Serangan paling awal menyebarkan malware botnet dan penambangan kripto. Beberapa peretas memanfaatkan kelemahan ini untuk melancarkan serangan tanpa berkas dan mengirimkan skrip berbahaya ke komputer Windows serta Linux agar sistem tersebut membocorkan kata sandi dan informasi sensitif lainnya.
Beberapa kelompok ransomware juga memanfaatkan Log4Shell. Sebagai contoh, para peretas menyebarkan varian ransomware Khonsari melalui Minecraft, sementara ransomware Night Sky menargetkan sistem yang menjalankan VMware Horizon.
Bahkan aktor negara pun ikut ambil bagian. Peretas yang terkait dengan Tiongkok, Iran, Korea Utara, dan Turki terpantau memanfaatkan kerentanan tersebut.