Berita teknologi terbaru, didukung oleh insight dari pakar
Tetap terinformasi tentang tren industri yang paling penting—dan menarik—tentang AI, otomatisasi, data, dan di luarnya dengan buletin Think. Lihat Pernyataan Privasi IBM®.
Pemodelan data adalah proses menciptakan representasi visual dari keseluruhan sistem informasi atau bagian-bagiannya untuk mengkomunikasikan hubungan antara titik data dan struktur.
Tujuan dari pemodelan data adalah untuk menggambarkan jenis data yang digunakan dan disimpan dalam sistem dan hubungan antara tipe data ini. Pemodelan ini juga menjelaskan cara data dapat dikelompokkan dan diatur, bersama dengan format dan atributnya.
Model data dibangun di sekitar kebutuhan bisnis. Aturan dan persyaratan ditentukan sejak awal melalui masukan pemangku kepentingan agar dapat dimasukkan ke dalam desain sistem baru atau disesuaikan dalam iterasi yang sudah ada.
Data dapat dimodelkan pada berbagai tingkat abstraksi. Proses dimulai dengan mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan bisnis dari pemangku kepentingan dan pengguna akhir. Aturan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam struktur data untuk membentuk desain basis data yang konkret. Model data dapat dianalogikan sebagai peta jalan atau cetak biru yang memudahkan pemahaman lebih mendalam tentang sistem yang sedang dirancang.
Pemodelan data menggunakan skema standar dan teknik formal. Pendekatan ini menghadirkan cara yang konsisten dan dapat diprediksi untuk menentukan serta mengelola sumber daya data di seluruh organisasi, bahkan melampaui batas organisasi itu sendiri.
Idealnya, model data adalah dokumen hidup yang berkembang seiring dengan perubahan kebutuhan bisnis. Model ini memainkan peran penting dalam mendukung proses bisnis dan perencanaan arsitektur dan strategi TI. Model data dapat dibagikan dengan vendor, mitra, atau rekan industri.
Tetap terinformasi tentang tren industri yang paling penting—dan menarik—tentang AI, otomatisasi, data, dan di luarnya dengan buletin Think. Lihat Pernyataan Privasi IBM®.
Seperti proses desain apa pun, desain basis data dan sistem informasi dimulai pada tingkat abstraksi yang tinggi dan menjadi lebih konkret dan spesifik. Model data umumnya dapat dibagi menjadi tiga kategori, yang bervariasi sesuai dengan tingkat abstraksi mereka. Prosesnya akan dimulai dengan model konseptual, maju ke model logis dan diakhiri dengan model fisik. Setiap jenis model data dibahas secara lebih rinci di bagian selanjutnya:
Model ini juga disebut sebagai model domain dan menawarkan pandangan tingkat tinggi tentang apa yang akan dikandung sistem, bagaimana itu akan diatur, dan business rules mana yang terlibat. Model konseptual dibuat sebagai bagian dari proses pengumpulan persyaratan proyek awal.
Biasanya, model ini termasuk kelas entitas (mendefinisikan jenis hal yang penting bagi bisnis untuk diwakili dalam model data), karakteristik dan kendala mereka, dan hubungan di antara mereka. Model ini juga mencakup persyaratan keamanan dan integritas data yang relevan. Berbagai elemen ini secara kolektif mendefinisikan bagaimana data terstruktur dan diatur dalam model. Notasi apa pun biasanya sederhana.
Pendekatan ini lebih konkret dan menyediakan rincian lebih mendalam tentang konsep serta relasi dalam domain yang dipertimbangkan. Prosesnya mengikuti salah satu sistem notasi formal untuk pemodelan data. Notasi ini menunjukkan atribut data, seperti tipe data dan panjang yang sesuai, dan menunjukkan hubungan antar entitas.
Model data logis tidak menentukan persyaratan sistem teknis apa pun. Tahap ini sering kali dihilangkan dalam praktik yang tangkas atau DevOps . Model data logis dapat berguna dalam lingkungan implementasi yang sangat prosedural, atau untuk proyek yang berorientasi data secara alami, seperti desain gudang data atau pengembangan sistem pelaporan.
Model ini menyediakan skema bagaimana data akan disimpan secara fisik dalam basis data. Dengan demikian, model ini adalah yang paling tidak abstrak. Solusi ini menawarkan desain akhir yang dapat diimplementasikan sebagai basis data relasional, termasuk tabel asosiatif yang menggambarkan hubungan antar entitas. Desain juga menentukan kunci utama dan kunci asing yang akan digunakan untuk mempertahankan hubungan tersebut. Model data fisik dapat mencakup properti spesifik sistem manajemen basis data (DBMS), termasuk penyelarasan kinerja.
Sebagai disiplin ilmu, pemodelan data mendorong para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi pemrosesan dan penyimpanan data secara detail. Teknik pemodelan data memiliki konvensi berbeda yang menentukan simbol yang digunakan untuk merepresentasikan data, tata letak model, dan cara menyampaikan kebutuhan bisnis. Semua pendekatan menyediakan alur kerja formal dengan urutan tugas yang dijalankan secara berulang. Alur kerja tersebut umumnya terlihat seperti ini:
Pemodelan data telah berkembang seiring dengan sistem manajemen basis data, dengan tipe model yang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya kebutuhan penyimpanan data bisnis. Berikut adalah beberapa jenis model:
Basis data relasional sering menggunakan bahasa kueri terstruktur (SQL) untuk manajemen data. Basis data ini bekerja dengan baik untuk menjaga integritas data dan meminimalkan redundansi. Basis data ini sering digunakan dalam sistem point-of-sale, serta untuk jenis pemrosesan transaksi lainnya.
Model data dimensi dua yang umum adalah skema bintang, di mana data diatur ke dalam fakta (item terukur) dan dimensi (informasi referensi). Dalam model ini, setiap fakta dikelilingi oleh dimensi terkait dalam pola seperti bintang. Yang lainnya adalah skema kepingan salju, yang menyerupai skema bintang tetapi mencakup lapisan dimensi terkait lainnya, sehingga pola percabangannya menjadi lebih kompleks.
Pemodelan data memudahkan pengembang, data architect, analis bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya untuk melihat dan memahami hubungan antara data dalam basis data atau gudang data. Selain itu, solusi ini juga dapat:
Banyak solusi rekayasa perangkat lunak berbantuan komputer (CASE) komersial dan sumber terbuka banyak digunakan saat ini, termasuk beberapa pemodelan data, diagram, dan alat visualisasi. Berikut adalah beberapa contoh:
Gunakan alat dan solusi ilmu data untuk mengungkap pola dan menyusun prediksi dengan menggunakan data, algoritma, machine learning, dan teknik AI.
Memperkenalkan Cognos Analytics 12.0, wawasan yang didukung AI untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Buka nilai data perusahaan dengan IBM Consulting, membangun organisasi berbasis insight yang memberikan keuntungan bisnis.