Sistem AI yang kian rumit menghadirkan kebutuhan akan agen hierarkis. Agen ini dirancang untuk memecah masalah yang kompleks menjadi beberapa subtugas yang lebih kecil dan mudah dikelola. Langkah ini memudahkan penanganan masalah yang kompleks dalam skenario dunia nyata. Agen dengan tingkatan yang lebih tinggi berfokus pada tujuan menyeluruh, sementara agen dengan tingkatan yang lebih rendah menangani tugas yang lebih spesifik.
Orkestrasi AI yang mengintegrasikan berbagai jenis agen AI dapat menghasilkan sistem multiagen yang sangat cerdas dan adaptif, serta mampu mengelola tugas-tugas kompleks di berbagai domain.
Sistem seperti ini dapat beroperasi secara real time, menanggapi lingkungan yang dinamis dan terus meningkatkan kinerjanya berdasarkan pengalaman di masa lalu.
Misalnya, di pabrik cerdas, sistem manajemen cerdas mungkin melibatkan agen otonom refleksif yang menangani otomatisasi dasar dengan merespons input sensor dengan aturan yang telah ditentukan sebelumnya. Agen-agen ini membantu memastikan bahwa mesin merespons secara instan terhadap perubahan lingkungan, seperti menghentikan sabuk konveyor jika terdeteksi adanya bahaya keamanan.
Sementara itu, agen refleks berbasis model mempertahankan model internal lingkungannya sendiri. Agen ini melacak keadaan internal mesin dan menyesuaikan operasinya berdasarkan interaksi di masa lalu, seperti mengenali kebutuhan pemeliharaan sebelum kegagalan terjadi.
Pada tingkat yang lebih tinggi, agen berbasis tujuan membantu mendorong tujuan spesifik pabrik, seperti mengoptimalkan jadwal produksi atau mengurangi limbah. Agen-agen ini mengevaluasi tindakan yang mungkin dilakukan guna menentukan cara paling efektif dalam mencapai tujuannya.
Agents berbasis utilitas menyempurnakan proses ini lebih lanjut dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti konsumsi energi, efisiensi biaya, dan kecepatan produksi, melalui pemilihan tindakan yang memaksimalkan utilitas yang diharapkan.
Akhirnya, agen pembelajaran terus meningkatkan operasi pabrik melalui pembelajaran penguatan dan teknik machine learning (ML). Mereka menganalisis pola data, mengadaptasi alur kerja, dan menyarankan strategi inovatif untuk mengoptimalkan efisiensi manufaktur.
Dengan mengintegrasikan semua 5 jenis agen AI, orkestrasi ini yang didukung AI dapat meningkatkan proses pengambilan keputusan, mempermudah alokasi sumber daya, dan mengurangi intervensi manusia, sehingga membentuk sistem industri yang lebih cerdas dan otonom.
Seiring dengan terus berkembangnya AI agen, kemajuan dalam AI generatif (gen AI) akan meningkatkan kemampuan agen AI di berbagai industri. Sistem AI menjadi makin mahir dalam menangani contoh penggunaan yang kompleks dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Baik dalam e-commerce, layanan kesehatan, maupun robotika, agen AI mengoptimalkan alur kerja, mengotomatiskan proses, dan memungkinkan organisasi menyelesaikan masalah dengan lebih cepat dan efisien.