NER telah berkembang pesat sejak awal terciptanya, mengintegrasikan teknologi inovatif dan selama prosesnya berkembang dengan cepat dalam hal kegunaannya. Namun, ada beberapa tantangan penting yang perlu dipertimbangkan ketika menilai teknologi NER.
Meskipun NER telah membuat banyak kemajuan untuk bahasa seperti bahasa Inggris, namun tidak memiliki tingkat akurasi yang sama untuk bahasa lainnya. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya data berlabel dalam bahasa-bahasa ini. NER lintas bahasa, yang melibatkan transfer pengetahuan dari satu bahasa ke bahasa lain, merupakan bidang penelitian aktif yang dapat membantu menjembatani kesenjangan bahasa NET.
Terkadang entitas juga dapat bersarang di dalam entitas lain dan mengenali entitas yang bersarang ini dapat menjadi tantangan. Misalnya, dalam kalimat “Pennsylvania State University, University Park didirikan pada tahun 1855”, baik “Pennsylvania State University” maupun “The Pennsylvania State University, University Park” adalah entitas yang valid.
Selain itu, meskipun model NER umum dapat mengidentifikasi entitas umum seperti nama dan lokasi, model ini mungkin mengalami kesulitan dengan entitas yang spesifik untuk domain tertentu. Misalnya, di bidang medis, mengidentifikasi istilah kompleks seperti nama penyakit atau nama obat bisa menjadi sedikit rumit. Model NER khusus domain dapat dilatih dengan data khusus domain, namun mendapatkan informasi tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri.
Model NER juga dapat menghadapi masalah yang lebih luas dengan ambiguitas (misalnya, "Apple" dapat merujuk pada buah atau perusahaan teknologi); variasi nama entitas (misalnya, "A.S," "A.S," " Amerika Serikat" dan "Amerika Serikat" semuanya merujuk pada negara yang sama); dan informasi kontekstual yang terbatas (di mana teks dan/atau kalimat tidak mengandung konteks yang cukup untuk secara akurat mengidentifikasi dan mengategorikan entitas).
Meskipun NER memiliki tantangannya sendiri, kemajuan yang sedang berlangsung terus meningkatkan akurasi dan penerapannya, dan oleh karena itu membantu meminimalkan dampak kesenjangan teknologi yang ada.