Model Boolean untuk pengambilan dokumen membatasi pencocokan hanya pada kesesuaian penuh, sehingga tidak mendukung pencocokan parsial. Model aljabar dan probabilistik mengatasi keterbatasan ini dengan menetapkan bobot non-biner pada istilah indeks.
Salah satu pendekatan aljabar yang umum adalah model ruang vektor. Dalam pendekatan ini, sistem IR merepresentasikan dokumen dan kueri sebagai vektor dalam ruang vektor multidimensi. Di dalam ruang ini, istilah indeks berfungsi sebagai fitur, dan dokumen serta kueri dari ruang vektor dipetakan berdasarkan keberadaan serta frekuensi yang mengandung istilah indeks. Sistem IR kemudian menghitung tingkat kesamaan antara kueri dan dokumen berdasarkan kedekatan posisi mereka dalam ruang vektor tersebut.
Terdapat banyak metrik yang digunakan untuk mengukur kedekatan dalam model ruang vektor, seperti Jaccard dan perkalian titik. Namun, salah satu metrik yang paling umum digunakan adalah kesamaan kosinus yang dinyatakan dengan rumus:
Di sini, A dan B menandakan dua vektor dalam ruang vektor. Skor kesamaan kosinus dapat berupa nilai antara -1 dan 1. Semakin tinggi skor kosinus, kedua item semakin dianggap mirip.
Model ruang vektor IR mengembalikan dokumen secara berurutan sesuai dengan tingkat kesamaan yang diukur. Dengan pendekatan ini, sistem IR aljabar, seperti model ruang vektor, mendukung pencocokan parsial, yang dapat memberikan hasil pencarian informasi yang lebih akurat dan bernuansa.13