Untuk melihat bagaimana temperatur memengaruhi output LLM, lihatlah output yang dibuat oleh model parameter IBM Granite 3.1 2 miliar. Prompt yang diberikan di sini adalah: “Tulis cerita tentang ilmuwan data yang mencintai Python.”
Dengan temperatur 0,1 Granite menghasilkan:
Dahulu kala, di kota San Francisco yang ramai, hiduplah seorang ilmuwan data brilian bernama Alex. Alex dikenal karena keterampilan luar biasanya dalam pemrograman Python dan analisis data. Ia menghabiskan siang dan malam mempelajari dunia data, menggunakan Python untuk mengekstrak insight dan membuat prediksi.
Suatu hari, Alex ditugaskan menganalisis churn pelanggan untuk layanan streaming populer. Ia menggunakan Python untuk membangun model machine learning yang dapat memprediksi pelanggan mana yang kemungkinan akan membatalkan langganan mereka.
Dengan temperatur 0,75 Granite menghasilkan:
Dahulu kala, di kota San Francisco yang ramai, hiduplah seorang ilmuwan data brilian bernama Alex. Alex dikenal karena kecintaan yang mendalam pada Python, bahasa pemrograman yang ia yakini adalah alat yang sempurna untuk analisis data dan machine learning.
Setiap hari, Alex akan bangun pagi, menyeduh seteko kopi, dan duduk di mejanya. Ia akan menghabiskan berjam-jam menulis kode dalam Python, menjelajahi kumpulan data, dan membangun model prediktif. Kecintaannya pada Python bukan hanya tentang bahasa itu sendiri, tetapi juga tentang komunitas yang telah tumbuh di sekitarnya.
Dengan temperatur 1,25 Granite menghasilkan:
Alkisah, di sebuah kota yang ramai dan penuh dengan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi serta lampu neon, ada seorang ilmuwan data yang sangat mencintai Python lebih dari apa pun di dunia. Ilmuwan data ini memiliki perawat kucing bernama Suki. Suki adalah kucing yang penasaran dan suka bermain, selalu ingin menjelajahi setiap sudut dan celah rumah.
Suatu hari, ilmuwan data itu sedang mengerjakan masalah pengodean yang kompleks. Suki terus mengeong keras seolah-olah dia mencoba menyampaikan pesan kepada ilmuwan data. Ilmuwan data itu memperhatikan bahwa suara mengeong yang keras biasanya terjadi saat ia hampir menemukan solusi untuk masalah pengodean yang kompleks.
Perhatikan bahwa meskipun setiap cerita dimulai dengan awal yang sama, namun peningkatan temperatur akan meningkatkan variabilitas teks dan detail yang dihasilkan.