Sekelompok pemrogram sedang melihat komputer

Apa itu virtualisasi aplikasi?

Definisi virtualisasi aplikasi

Virtualisasi aplikasi adalah pendekatan perangkat lunak yang memisahkan aplikasi dari sistem operasi (OS) perangkat, sehingga pengguna dapat menjalankannya tanpa menginstal apa pun di perangkat mereka.

Virtualisasi aplikasi berkaitan dengan aktivitas komputasi kita sehari-hari. Streaming film di Netflix, mengakses perangkat lunak perusahaan dari jarak jauh, atau bermain video game berbasis cloud, semuanya mengandalkan aplikasi tervirtualisasi.

Pada penerapan dan manajemen perangkat lunak tradisional, aplikasi diinstal langsung pada setiap perangkat yang tidak dapat diskalakan. Virtualisasi aplikasi mengatasi masalah ini dengan memungkinkan banyak pengguna mengakses perangkat lunak yang diinstal pada server pusat, dari mana saja, tanpa batasan lokasi atau jenis perangkat (desktop, laptop, tablet, ataupun perangkat seluler).

Dalam lingkungan perusahaan, teknologi virtualisasi aplikasi ini menyederhanakan manajemen TI, meningkatkan keamanan, dan memungkinkan sistem kerja jarak jauh. Karena aplikasi berbasis cloud telah menjadi bagian penting dari operasi organisasi, manajemen aplikasi terpusat mengurangi beban kerja TI dan mempercepat penerapan perangkat lunak pada tenaga kerja yang tersebar di banyak tempat.

Menurut Grand View Riset, pasar virtualisasi aplikasi global bernilai 3,43 miliar USD pada tahun 2023. Nilai ini diproyeksikan mencapai 8,40 miliar USD pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 14,3%.¹ Adopsi komputasi cloud dan peralihan ke sistem kerja jarak jauh menjadi pendorong utama pertumbuhan ini.

Bagaimana cara kerja virtualisasi aplikasi?

Memahami cara kerja virtualisasi aplikasi dimulai dengan memahami virtualisasi, yaitu teknologi inti yang memungkinkan hal tersebut.

Virtualisasi menggunakan perangkat lunak yang dikenal sebagai hypervisor (misalnya, Microsoft Hyper-V) untuk membuat lapisan abstraksi pada perangkat keras komputer. Pendekatan ini memungkinkan aplikasi dan beban kerja berjalan secara mandiri di mesin virtual (VM), misalnya VM yang disediakan oleh VMware.

Dalam sistem konvensional, aplikasi berkomunikasi langsung dengan sistem operasi host (biasanya Linux) pada perangkat keras komputer. Virtualisasi aplikasi mengubah hubungan tersebut. Lapisan virtualisasi yang berada di antara aplikasi dan OS mencegat permintaan dan menyediakan lingkungan runtime yang dibutuhkan aplikasi tanpa pernah menyentuh sistem yang mendasarinya secara langsung.

Mempersiapkan aplikasi untuk pengiriman virtual melibatkan proses yang disebut sebagai pengurutan (sequencing). Tim TI mengemas aplikasi serta file, pengaturan, dependensi, dan entri registrinya ke dalam gambar portabel tunggal. Gambar tersebut kemudian dikirim dari server pusat ke perangkat resmi apa pun. Karena setiap aplikasi berjalan di lingkungan virtualnya sendiri yang terisolasi (atau sandbox), aplikasi tersebut tetap terkendali sehingga tidak dapat mengganggu aplikasi lain atau sistem operasi yang mendasarinya.

Meskipun virtualisasi aplikasi mungkin terdengar mirip dengan kontainerisasi, keduanya adalah teknologi yang berbeda. Kontainer mengemas seluruh lingkungan runtime, termasuk pustaka OS, sementara virtualisasi aplikasi menjaga aplikasi tetap terpisah dari OS.

Aplikasi tervirtualisasi dapat berjalan sepenuhnya di server jarak jauh, sementara pengguna hanya mengakses antarmuka dari perangkat mereka. Aplikasi tervirtualisasi juga dapat dijalankan secara lokal pada perangkat klien dengan sumber daya yang disimpan (atau disimpan di cache) secara lokal, tergantung pada pendekatan penerapannya.

IBM Power

Memodernisasi dan mengotomatiskan dengan IBM Power

Joe Cropper, IBM Master Inventor, STSM, IBM Power Hybrid Cloud Platform, akan memandu Anda melalui demo tentang bagaimana IBM Power dapat membantu modernisasi aplikasi Anda.

Metode penyediaan aplikasi virtual

Virtualisasi aplikasi dapat disediakan dengan beberapa cara:

  • Virtualisasi aplikasi berbasis server
  • Streaming aplikasi
  • Virtualisasi aplikasi lokal
  • Virtualisasi penuh dan sebagian
  • Virtualisasi unit pemrosesan grafis (GPU)

Virtualisasi aplikasi berbasis server

Berbeda dengan virtualisasi server yang membuat beberapa mesin virtual pada satu server fisik, pendekatan ini menjalankan aplikasi sepenuhnya pada server di pusat data. Kemudian, antarmuka pengguna hanya dikirimkan ke perangkat klien. Pengguna berinteraksi dengan aplikasi seolah-olah aplikasi diinstal secara lokal, sementara semua pemrosesan terjadi di server.

Metode ini adalah pendekatan yang paling umum bagi perusahaan, yang memberikan otoritas terpusat bagi tim admin TI untuk menerapkan dan memperbarui perangkat lunak. Metode ini juga mendukung lingkungan thin client dan lingkungan desktop pengguna jarak jauh, sehingga mengurangi biaya perangkat keras secara keseluruhan. Sebagai contoh, dalam layanan kesehatan, staf klinis dapat mengakses perangkat lunak dekam medis pasien dari perangkat apa pun di jaringan tanpa perlu menginstal apa pun secara lokal.

Streaming aplikasi

Pada streaming aplikasi, aplikasi berada di server yang mengirimkan komponen perangkat lunak kecil ke perangkat milik pengguna akhir sesuai permintaan melalui perangkat lunak virtualisasi aplikasi. Aplikasi hanya mengambil hal yang dibutuhkan saat hal tersebut dibutuhkan.

Virtualisasi aplikasi lokal

Di sini, aplikasi berjalan sepenuhnya pada perangkat titik akhir di dalam lingkungan runtime, bukan langsung pada perangkat keras asli.

Pendekatan ini sangat sesuai apabila pengguna memerlukan akses offline atau beroperasi di area dengan koneksi jaringan yang tidak dapat diandalkan. Misalnya, pekerja jarak jauh yang mengakses aplikasi perusahaan dari lokasi dengan internet yang tidak stabil mungkin akan mengandalkan metode ini.

Virtualisasi penuh dan sebagian

Tidak semua virtualisasi aplikasi bekerja dengan cara yang sama. Virtualisasi penuh mencakup seluruh lingkungan aplikasi, yang memberikan tingkat isolasi dan kompatibilitas tertinggi. Organisasi di industri yang tunduk pada peraturan ketat, seperti layanan keuangan dan layanan kesehatan, sering menggunakan strategi ini untuk memenuhi persyaratan keamanan dan kepatuhan yang ketat.

Virtualisasi sebagian hanya mengisolasi komponen tertentu dan menggunakan beberapa sumber daya yang sama dengan sistem host. Pendekatan yang lebih ringan ini sangat sesuai untuk situasi di mana isolasi lengkap tidak diperlukan dan efisiensi sumber daya menjadi prioritas, seperti di lingkungan perusahaan berskala besar yang mengelola ratusan aplikasi pada tim yang tersebar di banyak tempat.

Virtualisasi unit pemrosesan grafis (GPU)

Kecerdasan buatan (AI) dan beban kerja padat grafis menjadikan virtualisasi GPU sebagai aspek penting dari penyediaan aplikasi dan infrastruktur AI.

Alih-alih melengkapi setiap perangkat dengan perangkat keras grafis khusus, organisasi dapat menyediakan sumber daya GPU tervirtualisasi yang sama untuk banyak pengguna dan aplikasi dari satu server pusat. Pendekatan ini memungkinkan dijalankannya beban kerja yang membutuhkan komputasi intensif, termasuk inferensi AI dan visualisasi data, pada perangkat edge. Jika tidak, beban kerja tersebut akan kekurangan perangkat keras pendukung.

Untuk organisasi yang menjalankan beban kerja AI dalam skala besar, menjaga pemrosesan tetap terpusat juga akan mendukung penyimpanan AI dengan mengurangi jumlah data yang mengalir di semua perangkat.

Manfaat virtualisasi aplikasi

Virtualisasi aplikasi membantu organisasi mewujudkan nilai bisnis melalui manfaat berikut:

  • Manajemen terpusat: Alih-alih menginstal, memperbarui, dan menambal perangkat lunak di ratusan atau ribuan perangkat satu per satu, tim TI mengelola aplikasi satu kali dari satu lokasi. Konfigurasi ini menyederhanakan administrasi dan mengurangi beban staf TI, dengan tetap memastikan setiap pengguna selalu menjalankan versi aplikasi terbaru.
  • Penurunan biaya: Manajemen terpusat mengoptimalkan penghematan biaya, sehingga organisasi dapat mengurangi alokasi dana untuk mendapatkan lisensi perangkat keras dan perangkat lunak. Thin client, layanan desktop jarak jauh, dan perangkat berbiaya rendah lainnya dapat menggantikan workstation yang mahal sehingga tim TI dapat meningkatkan produktivitas dengan jumlah staf yang lebih sedikit.
  • Fleksibilitas dan skalabilitas: Ketika organisasi tumbuh atau permintaan beban kerja berubah, aplikasi virtual dapat disediakan atau dinonaktifkan dengan cepat tanpa melibatkan infrastruktur fisik. Selain penyediaan, penskalaan lintas geografi atau penambahan tim jarak jauh dapat dilakukan tanpa memerlukan perangkat keras tambahan atau intervensi TI.
  • Keamanan yang ditingkatkan: Menjalankan aplikasi di lingkungan yang terisolasi dan menyimpan data di server, bukan di perangkat tersendiri, akan mengurangi permukaan serangan. Karena setiap aplikasi berjalan di sandbox terisolasinya masing-masing, malware tidak dapat menyebar dari satu aplikasi ke aplikasi lain atau mencapai sistem operasi yang mendasarinya. Sebagai contoh, jika perangkat hilang atau dicuri, data sensitif tidak akan terganggu. Tim TI dapat langsung mengambil kembali izin yang terkait dengan akses jarak jauh, tanpa harus mencari lokasi perangkat fisiknya.
  • Kedaulatan: Virtualisasi aplikasi mendukung kedaulatan data dan inisiatif cloud berdaulat dengan menjaga pemrosesan aplikasi tetap terpusat dan dalam batas-batas geografis atau peraturan yang telah ditentukan. Untuk organisasi yang beroperasi di berbagai wilayah atau di industri yang tunduk pada peraturan ketat, pendekatan ini berarti bahwa beban kerja yang sensitif akan tetap mematuhi undang-undang residensi data lokal sekaligus mendukung aksesibilitas.
  • Portabilitas: Aplikasi tervirtualisasi dapat berjalan di hampir semua perangkat dan sistem operasi, sehingga pengguna dapat bebas bekerja dari mana pun mereka berada. Pendekatan ini mendukung sistem kerja jarak jauh dan model kerja hybrid.
  • Kompatibilitas: Virtualisasi aplikasi memungkinkan organisasi untuk menjalankan aplikasi di berbagai sistem operasi dan perangkat keras, sehingga mengurangi masalah kompatibilitas yang muncul ketika aplikasi saling bertentangan satu sama lain atau tidak kompatibel dengan OS host. Fungsi ini antara lain menjalankan perangkat lunak lama secara lokal bersama infrastruktur TI modern, seperti lingkungan edge, tanpa memodifikasi setiap platform.

Virtualisasi aplikasi versus virtualisasi desktop

Virtualisasi aplikasi dan virtualisasi desktop saling terkait, tetapi memiliki cara kerja yang berbeda.

  • Virtualisasi desktop menghosting seluruh lingkungan desktop—termasuk OS, aplikasi, dan data—di server pusat, sehingga memberikan desktop virtual lengkap ke komputer pengguna, apa pun perangkatnya.
  • Virtualisasi aplikasi adalah pendekatan yang lebih spesifik. Dalam hal ini, hanya aplikasi yang divirtualisasi, sehingga OS pada desktop pengguna atau perangkat lain tidak tersentuh. Dengan begitu, aplikasi menjadi lebih ringan dan lebih cepat untuk diluncurkan.

Infrastruktur desktop virtual (virtual desktop infrastructure, VDI) adalah jenis pendekatan virtualisasi desktop yang paling umum yang menyediakan mesin virtual khusus dengan sistem operasinya tersendiri kepada tiap pengguna. Virtualisasi aplikasi melewatkan lapisan itu sepenuhnya, sehingga mengurangi permintaan sumber daya infrastruktur.

Perlu diketahui bahwa kedua teknologi ini tidak saling eksklusif. Banyak organisasi menggunakan virtualisasi aplikasi sebagai bagian dari strategi virtualisasi desktop yang lebih besar. Misalnya, sebuah perusahaan retail mungkin menggunakan virtualisasi desktop untuk menyediakan desktop virtual lengkap bagi agen pusat panggilan. Virtualisasi aplikasi kemudian dapat digunakan untuk menyediakan satu aplikasi penagihan kepada staf lapangan di perangkat mereka sendiri.

Contoh penggunaan virtualisasi aplikasi

Virtualisasi aplikasi mendukung berbagai contoh penggunaan khusus bisnis dan teknologi, termasuk contoh-contoh berikut:

  • Sistem kerja jarak jauh dan penggunaan perangkat pribadi (BYOD)
  • Modernisasi aplikasi
  • DevOps dan pengujian
  • Penyediaan Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS)
Sistem kerja jarak jauh dan BYOD

Sistem kerja hybrid dan jarak jauh telah mengubah cara karyawan berinteraksi dengan aplikasi. Virtualisasi aplikasi memungkinkan pengguna untuk mengakses aplikasi dari laptop, tablet, atau perangkat seluler pribadi melalui inisiatif penggunaan perangkat pribadi (bring your own device, BYOD) dari lokasi mana pun. Pendekatan ini tidak memerlukan TI untuk mengelola tiap-tiap perangkat.

Virtualisasi aplikasi memungkinkan pengguna untuk mengakses aplikasi dari laptop, tablet, atau perangkat seluler pribadi melalui inisiatif penggunaan perangkat pribadi (bring your own device, BYOD) dari lokasi mana pun. Metode ini dapat dilakukan tanpa mengharuskan TI untuk mengelola tiap-tiap perangkat.

Modernisasi aplikasi

Banyak organisasi yang bergantung pada aplikasi lama yang sudah ada di samping aplikasi cloud-native. Alih-alih melakukan penulisan ulang yang berbiaya tinggi, virtualisasi aplikasi mempertahankan perangkat lunak lama dengan menjalankannya di lingkungan yang terisolasi di samping aplikasi yang lebih baru. Pendekatan ini mendukung inisiatif modernisasi aplikasi.

DevOps dan pengujian

Tim DevOps dan tim lain dapat meluncurkan lingkungan aplikasi tervirtualisasi yang mencakup berbagai sistem operasi dan konfigurasi tanpa memerlukan perangkat keras yang mendasarinya. Pendekatan ini mempercepat siklus pengujian dan mengurangi masalah terkait lingkungan di seluruh siklus proses pengembangan dan membantu tim menghadirkan aplikasi lebih cepat untuk pengalaman pengguna yang lebih baik.

Penyediaan Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS)

Sebagian besar aplikasi SaaS mengandalkan virtualisasi untuk menghosting dan menyediakan perangkat lunak melalui internet ke perangkat apa pun. Organisasi saat ini menggunakan virtualisasi aplikasi bersama alat SaaS untuk memperluas akses ke aplikasi yang belum berbasis cloud. Pendekatan ini mempermudah peralihan ke model penyediaan cloud yang didukung oleh penyedia seperti Amazon Web Services (AWS), IBM Cloud, Microsoft Azure, dan Google Cloud.

Solusi virtualisasi aplikasi

Organisasi mengadopsi virtualisasi aplikasi melalui berbagai platform dan alat perangkat lunak. Mereka biasanya memilih solusi dengan mempertimbangkan infrastruktur yang sudah ada, persyaratan keamanan, dan tuntutan skalabilitas penerapan.

Solusi umumnya mencakup Citrix Virtual Apps dan Citrix Virtual Desktops, yang menangani penyediaan aplikasi terpusat di berbagai perangkat dan Microsoft App-V, alat pengemasan dan penyediaan berbasis Windows. Platform yang lebih luas, seperti IBM dan VMware, mendukung virtualisasi aplikasi sebagai bagian dari strategi hybrid cloud dan modernisasi aplikasi yang lebih luas.

Penyusun

Stephanie Susnjara

Staff Writer

IBM Think

Ian Smalley

Staff Editor

IBM Think

Solusi terkait
IBM Storage Fusion

Nikmati operasi yang lebih cepat dan lebih tangguh dengan menyatukan penyimpanan, perlindungan, dan orkestrasi untuk AI, VM, dan beban kerja kontainer.

Jelajahi IBM Storage Fusion
Solusi virtualisasi IBM

Optimalkan dan skalakan beban kerja di seluruh lingkungan virtual dan fisik dengan virtualisasi yang efisien dan fleksibel.

Jelajahi solusi virtualisasi IBM
Layanan infrastruktur IBM

Keahlian teknis yang komprehensif untuk server dan penyimpanan IBM Systems Anda.

Jelajahi layanan infrastruktur IBM
Ambil langkah selanjutnya

Tingkatkan infrastruktur Anda dengan layanan data terpadu dan virtualisasi—yang memungkinkan beban kerja yang elastis dan berkinerja tinggi di seluruh lingkungan hybrid.

  1. Temukan IBM Storage Fusion
  2. Jelajahi solusi virtualisasi IBM
Catatan kaki

1 Application Virtualization Market (2024–2030), Grand View Research, 2024.