Kecerdasan buatan (AI) harus dirancang untuk mengakomodasi serta menyeimbangkan pengawasan manusia, agensi, dan akuntabilitas atas setiap keputusan di sepanjang siklus hidupnya. Prinsip Kepercayaan dan Transparansi pertama IBM® menyatakan bahwa tujuan AI adalah untuk meningkatkan kecerdasan manusia.Kecerdasan manusia yang ditingkatkan berarti bahwa penggunaan AI seharusnya memperkuat kemampuan manusia, bukan bekerja secara terpisah, apalagi menggantikannya. Semua ini menegaskan bahwa sistem AI tidak boleh diperlakukan sebagai manusia, melainkan dipandang sebagai mekanisme pendukung yang memperluas kecerdasan serta potensi manusia.
AI yang meningkatkan kecerdasan manusia tetap menempatkan tanggung jawab pengambilan keputusan pada manusia, meskipun didukung oleh sistem AI. Oleh karena itu, manusia perlu diperkuat—bukan digantikan—melalui interaksi dengan sistem AI. Mendukung akses inklusif dan merata terhadap teknologi AI, serta menyediakan pelatihan karyawan yang komprehensif dan peluang reskilling lebih lanjut, sejalan dengan prinsip-prinsip Pilar AI Terpercaya IBM®, memungkinkan partisipasi dalam ekonomi berbasis AI yang menekankan keadilan, transparansi, akuntabilitas, ketahanan, dan privasi.
Dapatkan kurasi insight tentang berita AI yang paling penting dan menarik. Berlangganan buletin Think mingguan. Lihat Pernyataan Privasi IBM.
Untuk menerapkan prinsip peningkatan kecerdasan manusia, kami merekomendasikan beberapa praktik terbaik berikut:
Untuk informasi lebih lanjut mengenai standar dan perspektif regulasi tentang pengawasan manusia, penelitian, Koordinasi Keputusan AI, contoh kasus penggunaan, dan Indikator Kinerja Utama, lihat POV Augmenting Human Intelligence kami di bawah ini.