Core banking adalah sistem pusat, atau koneksi back-end, yang menghubungkan beberapa cabang bank, memungkinkan nasabah mengakses dan melakukan transaksi rekening dari satu platform yang aman. Beberapa layanan keuangan dalam operasi core banking dapat mencakup manajemen pinjaman, rekening baru, deposito, dan penarikan.
Buletin industri
Tetap terinformasi tentang tren industri yang paling penting—dan menarik—tentang AI, otomatisasi, data, dan di luarnya dengan buletin Think. Lihat Pernyataan Privasi IBM®.
Langganan Anda akan disediakan dalam bahasa Inggris. Anda akan menemukan tautan berhenti berlangganan di setiap buletin. Anda dapat mengelola langganan atau berhenti berlangganan di sini. Lihat Pernyataan Privasi IBM® kami untuk informasi lebih lanjut.
Langkah pertama untuk memahami core banking adalah dengan mendefinisikan istilah “Core”, yang merupakan singkatan dari Centralized Online Real-time Environment. Implikasinya adalah bahwa sistem layanan perbankan dijalankan dari satu tempat. Sistem ini memberikan pengalaman perbankan yang stabil dan lancar kepada pelanggan dan lembaga keuangan, kapan pun dan di mana pun.
Dalam sistem core banking, server back-end menangani operasi standar untuk memastikan transaksi rekening dan aktivitas lainnya di front-end berjalan lancar bagi nasabah. Sistem ini dapat bersifat lokal atau berbasis cloud tergantung pada kebutuhan bank. Bank menginstal dan memelihara sistem lokal itu sendiri. Perangkat lunak core banking berbasis cloud dikelola oleh penyedia pihak ketiga.
Terlepas dari sistem inti mana yang digunakan, pelanggan menarik uang dari cabang atau ATM. Aplikasi kemudian mengirimkan permintaan ke sistem core banking atau sistem back-end untuk memproses transaksi. Setelah sinyal diterima, permintaan diproses dan diautentikasi, kemudian uang dapat diterima oleh pelanggan.
Sistem core banking umumnya terdiri dari perangkat lunak yang mendukung basis data, server aplikasi, server web, serta firewall untuk melindungi sistem dari serangan eksternal. Sistem ini dapat dipandang sebagai ekosistem solusi perbankan dan pinjaman yang dirancang untuk memastikan transaksi yang cepat dan aman.
Sistem core banking berperan sebagai pusat yang menghubungkan berbagai cabang secara real-time, memastikan layanan penting seperti transaksi perbankan dan layanan digital selalu tersedia, baik melalui online maupun aplikasi. Beberapa fitur core banking penting yang membentuk sistem ini adalah:
Bank harus mempertimbangkan ukuran dan anggaran saat memutuskan solusi core banking mana yang akan digunakan. Modernisasi core banking memberikan kerangka kerja yang memungkinkan bank beroperasi lebih efisien sekaligus menawarkan opsi untuk skalabilitas. Sistem core banking merupakan bagian penting dari operasional bank dan efisiensi serta keberhasilan sistem secara keseluruhan. Berikut ini adalah beberapa dari banyak manfaat yang dapat diberikan sistem core banking bagi bank mana pun.
Sebagian besar sistem core banking dilengkapi dengan keamanan siber tingkat tinggi untuk melindungi infrastruktur dari peretasan dan malware, serta memastikan keamanan data nasabah. Teknologi canggih seperti modul enkripsi digunakan untuk mengurangi penipuan dan risiko kredit. Di sisi pelanggan, langkah-langkah keamanan tambahan dapat mencakup autentikasi dua faktor dan verifikasi biometrik untuk perlindungan ekstra.
Dengan proses yang lebih efisien, pelanggan dapat menikmati pengalaman pelanggan (CX) yang lebih baik saat melakukan transaksi dan mengelola akun mereka, baik secara langsung di cabang maupun melalui perbankan online.
Kepatuhan terhadap peraturan sangat penting bagi bank, dan cara terbaik untuk mengelolanya adalah melalui sistem core banking, yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan data keuangan yang terorganisasi dan terpusat.
Model platform core banking entitas tunggal meningkatkan efisiensi operasional dan laba investasi (ROI) dengan menghubungkan ke beberapa cabang dengan cepat. Dengan mempercepat waktu koneksi, bank dapat memproses transaksi dengan lebih cepat dan akurat.
Sistem core banking sangat penting bagi keberhasilan operasional bank, serta dalam menarik dan mempertahankan pelanggan. Hal ini menjadi makin penting karena pelanggan generasi berikutnya menginginkan lebih banyak kontrol atas keuangan mereka dan mencari teknologi perbankan yang lebih inovatif. Alat otomatisasi dan pemrosesan data yang lebih baru, seperti solusi cloud dan open banking, telah merampingkan operasi dengan cara yang seefisien mungkin. Salah satu inovasi terbesar dalam transformasi digital akhir-akhir ini adalah AI generatif (kecerdasan buatan).
IBM Institute for Business Value baru-baru ini merilis laporan 2024 Global Outlook for Banking and Financial Markets. Salah satu dari poin-poin pentingnya adalah bagaimana AI generatif dapat “Mendefinisikan kembali keunggulan kompetitif bank dalam hubungan dengan klien, mengembangkan dan merampingkan operasi perbankan inti, dan meningkatkan keamanan siber.”
Laporan global ini melakukan survei pada 600 eksekutif dan menggabungkan pandangan para pakar IBM untuk menganalisis pertumbuhan dan prospek masa depan AI generatif di dunia bisnis. AI generatif diharapkan mampu meningkatkan operasi core banking dengan memahami secara mendalam kompleksitas kode dan proses yang terlibat.