DataOps vs MLOps: Persamaan, Perbedaan, dan Cara Memilih

Dua pengusaha mendiskusikan berbagai ide di kantor perusahaan rintisan energi berwarna hijau

Apa itu DataOps?

DataOps, kependekan dari Operasi Data, adalah disiplin baru yang berfokus pada peningkatan kolaborasi, integrasi, dan otomatisasi proses manajemen data. Metodologi ini bertujuan untuk merampingkan seluruh siklus hidup data—mulai dari penyerapan dan persiapan hingga analitik dan pelaporan. Dengan mengadopsi serangkaian praktik terbaik yang terinspirasi oleh metodologi Agile, prinsip DevOps, dan teknik kontrol proses statistik, DataOps membantu organisasi memberikan insight data berkualitas tinggi dengan lebih efisien.

Tujuan utama DataOps meliputi:

  • Kolaborasi: Memfasilitasi komunikasi yang lebih baik antara berbagai tim yang terlibat dalam saluran data seperti insinyur, analis, ilmuwan, dan pemangku kepentingan bisnis.
  • Integrasi: Menghubungkan berbagai alat bantu yang digunakan di seluruh saluran dengan lancar seperti platform ETL (Extract-Transform-Load) atau solusi BI (Business Intelligence).
  • Otomatisasi: Menerapkan prosedur pengujian otomatis untuk memastikan hasil yang akurat sekaligus meminimalkan intervensi manual selama setiap tahap proses.

Untuk mencapai semua tujuan ini secara efektif dalam infrastruktur organisasi yang sudah ada, diperlukan kombinasi teknologi termasuk sistem kontrol versi (Git) untuk melacak perubahan dalam kode atau file konfigurasi; saluran integrasi berkelanjutan/penerapan berkelanjutan (CI/CD); kontainerisasi dengan alat seperti Docker; kerangka kerja orkestrasi seperti Kubernetes; solusi pemantauan; layanan pemberitahuan; dan lainnya.

 

Apa itu MLOps?

MLOps, praktik yang berasal dari DevOps dan prinsip-prinsip rekayasa data, adalah pendekatan untuk memastikan keberhasilan penerapan model machine learning (ML) di lingkungan produksi sekaligus memastikan akurasi dan kinerjanya.

Komponen utama MLOps meliputi:

  • Manajemen data: Memastikan kualitas dan konsistensi data di seluruh siklus proses ML.
  • Pelatihan model: Mengembangkan saluran pelatihan yang kuat dengan sistem kontrol versi untuk kemampuan reproduksi.
  • Penerapan model: Mengotomatiskan proses penerapan menggunakan teknik integrasi berkelanjutan (CI) dan pengiriman berkelanjutan (CD).
  • Pemantauan dan pemeliharaan: Terus memantau kinerja model secara real-time untuk mendeteksi penyimpangan atau anomali, diikuti dengan pembaruan atau prosedur pelatihan ulang yang diperlukan.

MLops membantu organisasi mencapai waktu persiapan produk yang lebih cepat untuk produk berbasis AI mereka dengan mengurangi hambatan antara tim pengembangan yang mengerjakan berbagai aspek proyek ML. Hal ini akan menghasilkan kolaborasi yang lebih baik di antara anggota tim yang dapat berfokus pada penyediaan model berkualitas tinggi, alih-alih berurusan dengan tantangan operasional. 

Selain itu, metodologi ini memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dengan memastikan bahwa solusi machine learning mereka tetap akurat saat data baru tersedia atau kondisi yang mendasarinya berubah dari waktu ke waktu.

Dalam artikel ini:

  • Membandingkan DataOps vs MLOps: Kesamaan dan perbedaan utama
    • Kesamaan Antara DataOps dan MLops
    • Perbedaan Antara DataOps dan MLops
  • Memilih Antara DataOps dan MLops
    • Mengevaluasi kebutuhan organisasi Anda
    • Menggabungkan kedua pendekatan: Solusi hybrid?

Membandingkan DataOps vs MLOps: Persamaan dan Perbedaan Utama

Persamaan antara DataOps dan MLOps

  • Fokus pada kolaborasi: Kedua metodologi ini menekankan pentingnya tim lintas fungsi yang bekerja sama untuk meningkatkan proses data, termasuk ilmuwan data, insinyur, analis, dan pemangku kepentingan bisnis.
  • Bertujuan untuk mengotomatiskan proses: Otomatisasi adalah aspek kunci dari DataOps dan MLOPS karena membantu merampingkan alur kerja, mengurangi kesalahan, meningkatkan efisiensi, dan memastikan konsistensi di seluruh proyek.
  • Mempromosikan peningkatan berkelanjutan: Kedua pendekatan mendukung siklus pengembangan berulang yang melibatkan metrik kinerja pemantauan untuk mengidentifikasi area pengoptimalan atau peningkatan dari waktu ke waktu.

Perbedaan Antara DataOps dan MLOps

  • Fokus pada kolaborasi: Kedua metodologi ini menekankan pentingnya tim lintas fungsi yang bekerja sama untuk meningkatkan proses data, termasuk ilmuwan data, insinyur, analis, dan pemangku kepentingan bisnis.
  • Bertujuan untuk mengotomatiskan proses: Otomatisasi adalah aspek kunci dari DataOps dan MLOPS karena membantu merampingkan alur kerja, mengurangi kesalahan, meningkatkan efisiensi, dan memastikan konsistensi di seluruh proyek.
  • Mempromosikan peningkatan berkelanjutan: Kedua pendekatan mendukung siklus pengembangan berulang yang melibatkan metrik kinerja pemantauan untuk mengidentifikasi area pengoptimalan atau peningkatan dari waktu ke waktu.
Render 3D dari spiral beberapa ikon yang berbaris seperti kamera, kenop volume, dan clipboard
Ambil langkah selanjutnya

Atur data Anda dengan solusi platform IBM DataOps untuk membuatnya tepercaya dan siap bisnis untuk AI.

  1. Jelajahi solusi DataOps
  2. Jelajahi layanan analitik