Kurangnya integrasi data
Integrasi data adalah proses menggabungkan data dari berbagai sumber, sistem, dan format untuk menciptakan pandangan informasi yang terpadu dan konsisten.
Namun, banyak organisasi berjuang dengan integrasi data karena kompleksitas infrastruktur TI mereka, berbagai sumber data dan kurangnya standardisasi. Kurangnya integrasi ini dapat mengakibatkan silo data, inkonsistensi dan duplikasi, yang pada akhirnya mempengaruhi integritas data.
Beberapa alat analitik
Organisasi sering menggunakan beberapa alat analitik untuk memproses dan menganalisis data mereka. Meskipun alat ini dapat memberikan insight yang berharga, alat ini juga dapat memperkenalkan masalah integritas data jika tidak terintegrasi dan dikonfigurasi dengan benar.
Misalnya, alat yang berbeda dapat menafsirkan dan memproses data secara berbeda, yang menyebabkan perbedaan dalam laporan dan insight yang dihasilkan.
Audit yang buruk
Audit data adalah proses meninjau dan memverifikasi data secara teratur dalam suatu organisasi untuk memastikan keakuratan, kelengkapan, dan konsistensinya.
Namun, audit data yang tidak memadai atau jarang dapat menyebabkan masalah integritas data, karena kesalahan dan inkonsistensi mungkin tidak diperhatikan dan tidak ditangani. Tanpa proses audit data yang kuat, organisasi mungkin tidak menyadari kualitas data mereka dan dapat membuat keputusan yang tidak akurat atau tidak dapat diandalkan berdasarkan informasi yang salah.
Ketergantungan pada sistem lama
Banyak organisasi terus mengandalkan sistem lama untuk menyimpan dan mengelola data mereka. Sistem usang ini mungkin tidak memiliki fitur, kemampuan, atau langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk memastikan integritas data.
Selain itu, mengintegrasikan sistem lama dengan aplikasi modern dan sumber data dapat menjadi tantangan, yang menyebabkan inkonsistensi dan ketidakakuratan data.
Entri data yang tidak tepat
Entri data adalah komponen penting untuk menjaga integritas data, karena kesalahan manusia selama input data dapat menyebabkan ketidakakuratan dan inkonsistensi.
Organisasi harus memastikan bahwa karyawan mereka menerima pelatihan dan panduan yang tepat tentang prosedur entri data untuk meminimalkan risiko masalah integritas data. Selain itu, menerapkan teknik validasi data dan alat entri data otomatis dapat membantu mengurangi kemungkinan kesalahan.
Serangan siber
Serangan siber merupakan ancaman signifikan terhadap integritas data, karena penjahat siber dapat memanipulasi, menghapus, atau mencuri informasi sensitif. Organisasi harus menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat untuk melindungi data mereka dari akses yang tidak sah dan memastikan keakuratan dan keandalannya.