Catatan CNAME, atau catatan nama kanonik, berfungsi sebagai alias dalam Sistem Nama Domain (DNS), yang mengarahkan satu nama domain ke nama domain lainnya.
Hal ini memungkinkan beberapa nama domain untuk diarahkan ke alamat IP yang sama dan menyederhanakan proses pengelolaan berbagai layanan atau subdomain dengan mengarahkannya ke satu domain tujuan. Perlu dicatat, semua catatan CNAME harus mengarah ke nama domain, bukan alamat IP.
Subdomain “www” adalah contoh CNAME umum. Ini disediakan sebagai alias untuk nama domain root, dan pengguna mengakses "www.example.com" dirujuk ke domain root (atau puncak zona DNS) “example.com”.
Catatan nama kanonik mungkin terdengar rumit, tetapi ini adalah alat yang relatif sederhana dan sangat membantu dalam dunia internet dan DNS. Bayangkan DNS sebagai basis data penamaan yang sangat besar, seperti buku telepon, yang bertanggung jawab menghubungkan nama-nama situs web yang sudah dikenal seperti "www.example.com" ke alamat internet protocol (IP) yang sebenarnya, yang merupakan kumpulan angka unik. Catatan CNAME membantu organisasi mengelola domain, mendistribusikan, dan menyeimbangkan lalu lintas dengan lebih efisien, dan pada akhirnya memberikan pengalaman pengguna yang lebih cepat dan lancar.
Catatan CNAME berfungsi sebagai pointer atau alias, yang mengarahkan satu nama domain ke yang lain. Catatan ini sangat penting untuk menyederhanakan pengaturan hosting web, terutama ketika mengelola beberapa subdomain atau perubahan pengalihan yang sering terjadi.
Pentingnya catatan CNAME terletak pada kemampuannya untuk menawarkan fleksibilitas dan kemudahan dalam mengelola pengalihan domain dan alokasi layanan. Catatan CNAME memungkinkan perubahan cepat pada titik akhir domain tanpa mengganggu layanan jaringan terkait atau mengubah catatan lain.
Contoh proses resolusi berikut menunjukkan cara kerja catatan CNAME:
1. Klien DNS meminta alamat (memulai kueri DNS), dan permintaan DNS dibuat. Untuk contoh ini, kita akan menggunakan www.example.com sebagai alamat yang diminta.
2. DNS resolver menerima permintaan dan menemukan server nama otoritatif yang menyimpan file zona DNS dengan catatan DNS untuk domain "example.com".
3. Permintaan DNS diselesaikan dan catatan CNAME dikembalikan ke klien.
4. Klien mengenali bahwa www.example.com adalah alias untuk alamat "example.com." Klien memulai kueri baru untuk "example.com."
5. Permintaan DNS untuk "example.com" dibuat dan resolver menemukan dan mengembalikan catatan A untuk “example.com.” Catatan A berisi alamat IP.
6. Dengan alamat IP ini, klien DNS terhubung ke “example.com.”
Pembatasan tertentu berlaku untuk catatan CNAME dan cara catatan tersebut dapat digunakan, termasuk:
Catatan alias melayani tujuan yang mirip dengan catatan CNAME dengan mengarahkan satu nama domain ke yang lain. Memahami perbedaan antara catatan CNAME, catatan alias, dan pengalihan, serta hubungannya dalam lanskap DNS, merupakan hal yang sangat penting untuk manajemen domain yang efisien.
Catatan CNAME bertindak sebagai alias, mengarahkan satu nama domain ke yang lain. CNAME utama digunakan untuk subdomain dan tidak dapat digunakan bersama-sama dengan catatan lain pada nama host yang sama.
Catatan Alias, yang fungsinya mirip dengan rekaman CNAME, menawarkan solusi dengan mengizinkan penggunaan jenis catatan lain secara simultan. Pengalihan bekerja dengan cara yang berbeda dengan mengarahkan pengguna dan mesin pencari ke URL yang berbeda dan biasanya diimplementasikan pada tingkat server web.
Catatan A (catatan alamat) secara langsung memetakan nama domain ke alamat IPv4. Catatan AAAA memetakan nama domain ke alamat IPv6. Tidak seperti catatan CNAME, catatan A tidak menyediakan alias melainkan terjemahan langsung dari nama domain ke alamat IP.
Dalam konteks DNS yang lebih luas, catatan CNAME, bersama catatan lain seperti MX, A, TXT, dan NS, memainkan peran khusus dalam mengarahkan nama domain, merutekan lalu lintas, menentukan server email, memetakan alamat IP, menyimpan data tekstual, dan mengindikasikan server nama yang otoritatif.
IBM NS1 Connect adalah layanan cloud yang terkelola sepenuhnya untuk DNS perusahaan, DHCP, manajemen alamat IP, dan pengarahan lalu lintas aplikasi.
Solusi jaringan cloud dari IBM menyediakan konektivitas berkinerja tinggi untuk mendukung aplikasi dan bisnis Anda.
Konsolidasikan dukungan pusat data dengan IBM Technology Lifecycle Services untuk jaringan cloud dan banyak lagi.