Apa itu Composting?

Medan energi matahari dan turbin angin terlihat dari udara dalam kondisi berkabut selama pagi musim gugur. Muntendam, Belanda, September 2022

Apa itu Composting?

Pengomposan (Composting) adalah proses daur ulang bahan organik menjadi bahan hasil penguraian yang disebut kompos. Kompos adalah pupuk alami kaya nutrisi yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah dan menguatkan tanaman.

Pengomposan dilakukan melalui proses aerobik terkontrol (yaitu proses yang membutuhkan oksigen) yang mendorong penguraian limbah padat organik secara alami. Proses ini dapat dipercepat dengan menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri, jamur, cacing, dan organisme pengurai lainnya.

Pengomposan adalah cara yang efektif untuk mengeluarkan bahan organik dari aliran limbah. Ada banyak metode pengomposan, seperti pengomposan cacing (vermicomposting) dan pengomposan panas. Terdapat pula banyak tempat pelaksanaan pengomposan, mulai dari fasilitas pengomposan komersial, fasilitas pengomposan kota, hingga pengomposan rumahan yang sesuai namanya dilakukan di rumah pribadi.

Bahan yang dihasilkan dari pengomposan bertekstur gembur seperti tanah segar dan dapat digunakan untuk berkebun, penataan lanskap, hortikultura, serta pertanian guna mendorong pertumbuhan tanaman.

Desain 3D bola yang menggelinding di lintasan

Berita + Insight AI terbaru 


Temukan insight dan berita yang dikurasi oleh para pakar tentang AI, cloud, dan lainnya di Buletin Think mingguan. 

Bagaimana proses pengomposan bekerja?

Pengomposan adalah proses yang berkelanjutan; penguraian sempurna bahan organik menjadi kompos membutuhkan waktu berbulan-bulan. Mikroorganisme menguraikan bahan yang ditambahkan ke tumpukan kompos secara bertahap. Mikroorganisme ini menggunakan air untuk mencerna bahan, oksigen untuk bernapas, serta karbon dan nitrogen sebagai sumber makanan. Keempat unsur ini harus berada dalam kondisi seimbang agar prosesnya efektif.

Idealnya, wadah kompos mempertahankan rasio bahan yang tepat: dua hingga tiga bagian bahan kaya karbon berbanding satu bagian bahan kaya nitrogen. Bahan kaya nitrogen, yang dikenal sebagai “bahan hijau”, meliputi sisa buah dan sayuran, potongan rumput, dan ampas kopi. Bahan kaya karbon, yang dikenal sebagai “bahan cokelat”, merupakan bahan tanaman kering yang dicacah, seperti limbah pekarangan, daun kering, serpihan kayu, ranting, dan sobekan kertas.

Sementara itu, air menyediakan kelembapan sekaligus menghidupi mikroorganisme. Tumpukan kompos yang terpelihara dengan baik mempertahankan tingkat kelembapan yang lembap, terasa seperti spons yang telah diperas. Selain itu, pelaku pengomposan menggunakan aerasi untuk memastikan mikroorganisme mendapatkan oksigen yang cukup. Tumpukan dibalik atau diaerasi seminggu sekali pada musim panas, sementara pada musim dingin, tiga hingga empat minggu sekali sudah cukup.

Mixture of Experts | 12 Desember, episode 85

Decoding AI: Rangkuman Berita Mingguan

Bergabunglah dengan panel insinyur, peneliti, pemimpin produk, dan sosok kelas dunia lainnya selagi mereka mengupas tuntas tentang AI untuk menghadirkan berita dan insight terbaru seputar AI.

Mengapa pengomposan penting?

Manfaat pengomposan meliputi:

Pengurangan limbah

Pengomposan mengurangi limbah organik. Pengelolaan limbah makanan, termasuk sisa dapur dan limbah kebun, memberikan beban terhadap lingkungan. Pengomposan dapat menjadi solusi pengelolaan limbah yang hemat biaya serta menurunkan jejak karbon bisnis dengan mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (Environmental Protection Agency, EPA), limbah makanan dan pekarangan menyumbang sekitar 24% sampah kota yang berakhir di TPA.¹

Kesehatan tanah yang lebih baik

Pengomposan berperan penting dalam meningkatkan produktivitas sistem pertanian dan menjaga kesehatan tanah. Ketika ditambahkan ke mulsa atau media tanam, kompos meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk komersial maupun kimia. Kompos juga menghadirkan mikroba bermanfaat ke dalam tanah yang membantu menekan patogen sehingga mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui tanah. Pembenah tanah ini menyediakan tiga unsur hara utama yang dibutuhkan tanaman — nitrogen, fosfor, dan kalium — serta sejumlah kecil unsur penting lainnya, seperti besi dan seng.

Pengurangan emisi gas rumah kaca

Mengurangi volume limbah makanan dan bahan hijau lainnya yang dibuang ke TPA membantu mencegah terlepasnya gas rumah kaca berdaya rusak tinggi ke atmosfer. Hal ini karena di TPA, bahan organik terurai melalui penguraian anaerobik, yaitu penguraian oleh mikroorganisme tanpa kehadiran oksigen, dan proses inilah yang menghasilkan metana.

Jika sampah yang dapat dikomposkan, seperti sisa makanan, dibuang ke TPA, sampah tersebut akan terkubur di bawah sampah lain sehingga pasokan oksigen terputus dan terbentuk biogas sebagai produk sampingan. Biogas ini terdiri atas sekitar 50% metana dan 50% karbon dioksida. Meskipun banyak TPA berskala besar menggunakan sistem penangkap metana, sistem tersebut tidak menangkap seluruh gas yang dihasilkan, sehingga TPA menjadi sumber emisi metana akibat aktivitas manusia terbesar ketiga, menurut EPA.

Mitigasi dampak perubahan iklim

Karena membantu tanah menyerap dan menahan air, kompos membantu masyarakat beradaptasi terhadap dampak buruk perubahan iklim seperti cuaca ekstrem. Tanah yang diperkaya kompos dapat menahan lebih banyak air, mengurangi dampak kekeringan, dan mengurangi limpasan bahan pencemar saat banjir. Kompos juga membantu menyimpan karbon di dalam tanah, yang turut mengurangi emisi gas rumah kaca.

Apa yang bisa dijadikan kompos?

Suhu tinggi yang timbul dari proses penguraian dapat membantu mengurangi keberadaan patogen, residu pestisida, dan benih gulma di dalam bahan kompos. Kondisi ini khususnya tercapai apabila kompos dipertahankan pada suhu sekitar 55°C (131°F) atau lebih tinggi, yang dikenal sebagai pengomposan panas.

Namun, produk hewani tetap dapat membawa patogen yang mampu bertahan melalui proses pengomposan, sehingga sebaiknya hindari pengomposan produk hewani seperti daging, ikan, telur, tulang, lemak, dan produk susu. Bahan hijau yang dapat merusak kompos jadi, seperti bahan tanaman yang terkena penyakit tanaman, juga harus dihindari.

Bahan anorganik seperti plastik tidak dapat dikomposkan, demikian pula bahan seperti kayu olahan, kertas mengkilap atau kertas berlapis lilin dan berperekat, serta produk karton berlapis. Kantong teh berbahan kertas dapat dikomposkan asalkan tanpa kawat jepit, demikian pula kulit telur. Kotoran hewan peliharaan sebaiknya tidak digunakan dalam pengomposan rumahan, tetapi program pengomposan dengan pengumpulan di tepi jalan dapat menerimanya, tergantung ketentuan setempat.

Apa itu vermicomposting?

Bentuk lain dari sistem pengomposan adalah pengomposan cacing atau vermicomposting. Metode ini menggunakan wadah cacing yang terbuat dari kayu tanpa olahan atau wadah penyimpanan plastik, yang dapat diletakkan di dalam maupun di luar ruangan. Media alas biasanya terbuat dari serbuk gergaji, kardus cacahan, jerami, atau limbah pekarangan seperti daun kering. Biasanya diperlukan waktu tiga hingga enam bulan hingga kascing — yaitu kotoran cacing — siap dipanen dari dasar wadah.

Meskipun terdapat banyak spesies cacing tanah, hanya jenis tertentu yang sesuai untuk pengomposan cacing. Jenis yang paling umum digunakan adalah cacing merah (red wiggler, Eisenia fetida) karena mampu mencerna limbah dengan cepat.²

Penyusun

Julie Rogers

Staff Writer

IBM Think

Alexandra Jonker

Staff Editor

IBM Think

Solusi terkait
IBM® Envizi

Pelajari bagaimana Envizi dapat membantu Anda mengatasi tantangan paling mendesak dalam data ESG dan mewujudkan tujuan keberlanjutan Anda.

Jelajahi IBM Envizi
Solusi manajemen rantai pasokan

Membantu mengoptimalkan rantai pasokan dengan AI untuk meningkatkan keberlanjutan, ketahanan, dan efisiensi operasional.

Jelajahi solusi manajemen rantai pasokan
Layanan konsultasi keberlanjutan

Gunakan layanan konsultasi keberlanjutan IBM® untuk mengubah ambisi keberlanjutan menjadi tindakan dan mewujudkan bisnis yang lebih bertanggung jawab dan menguntungkan.

Jelajahi layanan konsultasi keberlanjutan
Ambil langkah selanjutnya

Percepat perjalanan keberlanjutan Anda dengan merencanakan langkah ke depan yang berkelanjutan sekaligus menguntungkan melalui solusi dan platform terbuka yang didukung AI, serta keahlian industri yang mendalam dari IBM.

    1. Jelajahi solusi keberlanjutan rantai pasokan
    2. Temukan Envizi ESG Suite