Pembelajaran ansambel memberikan dukungan pada gagasan "kebijaksanaan orang banyak", yang menunjukkan bahwa pengambilan keputusan dari sekelompok orang yang lebih banyak biasanya lebih baik daripada pengambilan keputusan oleh seorang pakar. Demikian pula, pembelajaran ansambel mengacu pada sekelompok (atau ansambel) pembelajar dasar, atau model, yang bekerja secara kolektif untuk mencapai prediksi akhir yang lebih baik. Sebuah model tunggal, juga dikenal sebagai pembelajar dasar atau lemah, mungkin tidak berkinerja baik secara individual karena varians atau bias yang tinggi. Namun, saat banyak pelajar yang lemah bergabung, mereka dapat membentuk pelajar yang kuat, karena kombinasi mereka mengurangi bias atau varians, menghasilkan kinerja model yang lebih baik.
Metode ansambel sering digambarkan menggunakan decision trees, karena algoritma ini dapat rentan terhadap overfitting (varians tinggi dan bias rendah) jika tidak dipangkas, dan dapat juga menyebabkan underfitting (varians rendah dan bias tinggi) jika kecil sekali, seperti decision stump, yang merupakan decision tree dengan satu tingkat. Ingat, ketika sebuah algoritma mengalami overfitting atau underfitting terhadap kumpulan data pelatihannya, algoritma tersebut tidak dapat dengan baik digeneralisasikan pada kumpulan data baru. Untuk mengatasi perilaku ini, metode ansambel digunakan guna memungkinkan generalisasi model ke kumpulan data baru. Meskipun decision tree dapat menunjukkan varians atau bias yang tinggi, perlu dicatat bahwa decision tree bukanlah satu-satunya teknik pemodelan yang memanfaatkan pembelajaran ansambel untuk menemukan "posisi yang tepat" dalam pertukaran bias-varians.