Organisasi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk berpindah ke cloud di dunia yang penuh metrik real-time, layanan mikro, dan API, yang semuanya memerlukan fleksibilitas dan skalabilitas komputasi cloud. Pemeriksaan terhadap kemampuan dan kematangan cloud merupakan komponen kunci dari transformasi digital ini dan adopsi cloud memberikan keuntungan yang luar biasa. McKinsey percaya bahwa adopsi cloud menghadirkan peluang sebesar USD 3 triliun (tautan berada di luar ibm.com) dan hampir semua pemimpin cloud yang merespons (99%) memandang cloud sebagai landasan strategi digital mereka, menurut sebuah studi Deloitte (tautan berada di luar ibm.com).
Strategi cloud yang sukses memerlukan penilaian yang komprehensif terhadap kematangan cloud. Penilaian ini digunakan untuk mengidentifikasi tindakan yang perlu diambil organisasi, seperti meningkatkan teknologi lama dan menyesuaikan alur kerja organisasi untuk sepenuhnya mewujudkan manfaat cloud dan mengidentifikasi kekurangan saat ini. CMM adalah alat yang tepat untuk penilaian ini.
Ada banyak CMM yang tersedia dan organisasi harus memutuskan mana yang paling sesuai untuk kebutuhan bisnis mereka. Titik awal yang baik bagi banyak organisasi adalah terlibat dalam penilaian tiga fase kematangan cloud dengan menggunakan model-model berikut: model kematangan adopsi cloud, model kematangan keamanan cloud, dan model kematangan cloud-native.
Model kematangan ini membantu mengukur kematangan cloud organisasi secara agregat. Model ini mengidentifikasi teknologi dan pengetahuan internal yang dimiliki organisasi, seberapa cocok budayanya untuk merangkul layanan terkelola, pengalaman tim DevOps-nya, inisiatif yang dapat dilakukan untuk mulai bermigrasi ke cloud, dan lain-lain. Kemajuan di tingkat ini bersifat linier, sehingga organisasi harus menyelesaikan satu tahap sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Optimalisasi keamanan sangat penting bagi setiap organisasi yang bertransisi ke cloud. Cloud bisa lebih aman daripada pusat data on premises, berkat kebijakan dan postur yang kuat yang digunakan oleh penyedia cloud. Memprioritaskan keamanan cloud adalah hal yang penting mengingat pelanggaran berbasis cloud publik sering kali memerlukan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki dan dapat menimbulkan konsekuensi finansial dan reputasi yang serius.
Keamanan cloud merupakan kemitraan antara penyedia layanan cloud (CSP) dan klien. CSP memberikan sertifikasi mengenai keamanan yang termasuk dalam penawaran mereka, tetapi klien yang membangun di cloud dapat mengalami kesalahan konfigurasi atau masalah lain saat mereka membangun di infrastruktur cloud. Jadi, CSP dan klien harus bekerja sama untuk menciptakan dan memelihara lingkungan yang aman.
Cloud Security Alliance, tempat IBM menjadi anggotanya, telah mengadosi secara luas model kematangan keamanan cloud (CSMM) (tautan berada di luar ibm.com). Model ini memberikan fondasi yang baik bagi organisasi yang ingin menyematkan keamanan ke lingkungan cloud mereka dengan lebih baik.
Organisasi mungkin tidak ingin atau perlu mengadopsi seluruh model, tetapi dapat menggunakan setiap komponen yang logis bagi mereka. Lima tahap model ini berfokus pada tingkat otomatisasi keamanan organisasi.
Dua model kematangan pertama lebih mengacu kepada kesiapan keseluruhan organisasi; model kematangan cloud-native (CNMM) digunakan untuk mengevaluasi kemampuan organisasi untuk membuat aplikasi (baik dibangun secara internal atau melalui alat sumber terbuka) dan beban kerja yang bersifat cloud native. Menurut Deloitte (tautan berada di luar ibm.com), 87% pemimpin cloud menerapkan pengembangan cloud native.
Seperti dengan model lainnya, pemimpin bisnis harus terlebih dahulu memahami tujuan bisnis mereka sebelum menyelami model ini. Tujuan-tujuan ini akan membantu menentukan tahap kematangan yang diperlukan untuk organisasi. Para pemimpin bisnis juga perlu melihat aplikasi perusahaan mereka yang sudah ada dan memutuskan manakah strategi migrasi cloud yang paling tepat.
Sebagian besar aplikasi “yang diangkat dan digeser” dapat beroperasi di lingkungan cloud, tetapi mungkin tidak mendapatkan manfaat penuh dari cloud. Organisasi yang penerapan cloud-nya sudah matang sering kali memutuskan untuk membangun aplikasi cloud-native untuk alat dan layanan terpenting mereka.
Cloud Native Computing Foundation telah mengeluarkan modelnya sendiri.
Tingkat kematangan cloud sebuah organisasi menentukan manfaat apa dan sejauh mana manfaat yang bisa diperoleh dari perpindahan ke cloud. Tidak semua organisasi akan mencapai, atau ingin mencapai, tingkat kematangan tertinggi dalam setiap, atau semua, dari tiga model yang dibahas di sini. Namun, kemungkinan organisasi akan merasa sulit untuk bersaing tanpa tingkat kematangan cloud, karena 70% beban kerja akan berada di cloud pada tahun 2024, menurut Gartner (tautan berada di luar ibm.com).
Seiring makin matangnya infrastruktur cloud, keamanan, dan postur aplikasi cloud-native suatu organisasi, cloud juga akan makin menguntungkan. Dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap kemampuan cloud saat ini dan rencana untuk meningkatkan kematangan di masa mendatang, sebuah organisasi dapat meningkatkan efisiensi pengeluaran cloud dan memaksimalkan manfaatnya.
Migrasi Cloud dengan IBM Instana Observability membantu menyiapkan organisasi untuk sukses di setiap fase dalam proses migrasi (perencanaan, migrasi, pengoperasian) untuk memastikan aplikasi dan infrastruktur berjalan dengan lancar dan efisien. Mulai dari menetapkan garis dasar kinerja dan ukuran infrastruktur yang tepat hingga mengidentifikasi hambatan dan memantau pengalaman pengguna akhir, Instana menyediakan beberapa solusi yang membantu organisasi menciptakan lingkungan dan proses cloud yang lebih matang.
Namun, memigrasikan aplikasi, infrastruktur, dan layanan ke cloud saja tidak cukup untuk mendorong transformasi digital yang sukses. Organisasi membutuhkan strategi pemantauan cloud yang efektif yang menggunakan alat yang andal untuk melacak metrik kinerja utama—seperti waktu respons, pemanfaatan sumber daya, dan tingkat kesalahan—untuk mengidentifikasi masalah potensial yang dapat memengaruhi sumber daya cloud dan kinerja aplikasi.
Instana menyediakan visibilitas real-time yang komprehensif terhadap status keseluruhan lingkungan cloud. Ini memungkinkan tim TI untuk secara proaktif memantau dan mengelola sumber daya cloud di berbagai platform, seperti AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform.
Platform IBM Turbonomic secara proaktif mengoptimalkan pengiriman sumber daya komputasi, penyimpanan, dan jaringan di seluruh tumpukan untuk menghindari penyediaan yang berlebihan dan meningkatkan ROI. Baik organisasi Anda mengejar strategi cloud-first, hybrid cloud, atau multicloud, otomatisasi yang didukung AI dari platform Turbonomic dapat membantu menekan biaya sekaligus mempertahankan kinerja dengan pengoptimalan cloud yang otomatis dan berkelanjutan.