Pengadaan bukan hanya tentang proses—ini tentang orang-orang yang mencoba melakukan pekerjaan terbaik mereka di bawah tekanan. Di sinilah Agentforce dan AI hadir—bukan sebagai pengganti, tetapi sebagai mitra:
- Agen bantuan pengadaan: Agen ini adalah rekan perencanaan Anda. Agen ini membantu mengatur acara pengadaan, mengumpulkan persyaratan, dan menyusun RFP. Dengan cara ini Anda dapat fokus pada strategi, bukan administrasi.
- Agen evaluasi RFP: Tidak perlu lagi tenggelam dalam spreadsheet. Agen ini menilai tanggapan vendor secara instan, mengelola komunikasi, dan memberikan masukan yang konstruktif.
- Agen risiko dan kepatuhan: Seperti jaring pengaman, agen ini meninjau kontrak dan pernyataan kerja terkait risiko keuangan dan peraturan, menandai masalah sejak dini, dan menyarankan perbaikan sebelum menjadi masalah.
- Agen bantuan kontrak: Agen ini menangani tugas-tugas yang berulang sehingga Anda dapat memprioritaskan negosiasi bernilai tinggi dan hubungan dengan pemasok.
Agen-agen ini tidak menggantikan penilaian manusia, tetapi memperkuatnya. Agen ini membebaskan spesialis dari tugas-tugas biasa, memberikan kembali waktu untuk kolaborasi, kreativitas, dan pemikiran strategis.
"Kolaborasi dan AI yang dapat dipercaya mendefinisikan ulang fungsi pengadaan lebih dari sekadar otomatisasi transaksional menjadi komponen pendukung transformatif untuk pengambilan keputusan strategis dan penciptaan nilai jangka panjang," kata Rahul Kalia, Managing Partner, UKI, IBM Consulting.
Pengadaan barang dan jasa berubah dengan cepat. Pertanyaannya bukan apakah AI akan mengubah pekerjaan, melainkan seberapa bertanggung jawab dan kolaboratif kita mewujudkannya. IBM dan Salesforce bukanlah pendatang baru dalam bidang ini. Kemitraan kami berlangsung lebih dari dua dekade, dibangun berlandaskan kepercayaan dan inovasi serta diperkuat oleh komitmen bersama terhadap AI yang bertanggung jawab.